
ACEH BESAR – Mahasiswa peserta Pengabdian Profesi Keguruan dan Pengabdian Masyarakat (PPKPM) menyelenggarakan kegiatan Sharing Knowledge bertajuk "Cyberbullying & Bijak dalam Menggunakan Sosmed" di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, Kamis (21/10/2026). Mengusung slogan "Jempolmu, Jejakmu, Tanggung Jawabmu", kegiatan ini bertujuan membekali para santri dengan pemahaman mendalam mengenai etika digital serta langkah antisipasi terhadap perundungan siber.
Hadir sebagai pemateri utama, M. Fajar Affan yang merupakan mahasiswa dari program studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) memaparkan secara interaktif mengenai dua sisi penggunaan media sosial di kalangan remaja. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana menambah relasi, menyalurkan kreativitas, hingga menjadi ladang dakwah dan menyebarkan kebaikan. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai risiko serius seperti penyebaran hoaks, penipuan, kecanduan, kebocoran privasi, hingga ancaman cyberbullying.
"Banyak yang belum menyadari bahwa dunia maya menyimpan ruang abu-abu yang sangat berbahaya jika kita tidak berhati-hati dalam bertindak. Batas tipis antara candaan yang mencairkan suasana dengan perundungan (bullying) sering kali diabaikan begitu saja demi sebuah konten atau komentar spontan," ujar M. Fajar Affan di hadapan para santri.
Ia juga menambahkan bahwa dunia digital tidak pernah melupakan setiap rekam jejak yang ditinggalkan penggunanya. Oleh karena itu, kesadaran personal sangat dibutuhkan agar teknologi tidak menjadi bumerang yang merusak masa depan generasi muda.
"Komentar yang dianggap sepele oleh pelakunya—seperti mengomentari fisik seseorang, memberikan label negatif, atau menyebarkan foto dan video tanpa izin—bisa menjadi pisau bermata dua yang melukai mental korban secara mendalam. Akibatnya sangat nyata, mulai dari hilangnya rasa percaya diri, stres berkepanjangan, ketakutan untuk bersosialisasi, hingga membuat korban menarik diri secara total dari lingkungan sosialnya," tegas M. Fajar Affan di hadapan para santri.
Untuk mencegah hal tersebut, M. Fajar Affan mengajak seluruh santri menerapkan rumus THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) sebagai saringan utama sebelum mengunggah konten atau menuliskan komentar di media sosial. Selain itu, ia juga membekali peserta dengan langkah taktis jika mengalami atau melihat tindakan cyberbullying, yakni dengan rumus: Jangan Balas, Simpan Bukti (Screenshot), Blokir, Laporkan, dan Ceritakan kepada pihak yang dipercaya.
Sebagai penguatan karakter, pemateri turut mendeklarasikan "5 Prinsip Santri Bijak Bermedia Sosial (5B)" bersama seluruh peserta, yang meliputi:
- Berpikir sebelum posting.
- Beradab dalam berkomentar.
- Bijak memilih informasi.
- Berani melawan cyberbullying.
- Bertanggung jawab atas jejak digital.
Suasana kegiatan berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Selain pemaparan materi, acara juga diisi dengan pemutaran film pendek edukatif berjudul "Jejak Digital" serta sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Melalui kegiatan ini, tim PPKPM berharap para santri Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan dapat menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas, beradab, dan mampu menciptakan ruang digital yang positif.

